• Dishub Cilegon Bagikan 450 Paket Daging Kurban
Dishub Cilegon Bagikan 450 Paket Daging Kurban

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon menyembelih hewan kurban berupa 3 ekor sapi. Proses penyembelihan dilakukan di halaman mushola Kantor Dishub..

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon menyembelih hewan kurban berupa 3 ekor sapi. Proses penyembelihan dilakukan di halaman mushola Kantor Dishub..

Manauladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Gema takbir berkumandang di masjid-masjid dan mushola. Tanggal 20 Juli 2021 atau 10 Dzulkijjah 1442 Hijriah, adalah Hari Raya Idul Adha bagi umat islam. Menauladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, bagi yang mampu secara materi, umat islam di Indonesia akan bersedekah, yakni mempersembahkan hewan kurban, diantaranya  kambing, domba, sapi, atau pun kerbau.

Di Hari Raya Idul Adha tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, menyembelih hewan kurban berupa 3 ekor sapi. Proses penyembelihan dilakukan di halaman mushola Kantor Dishub Kota Cilegon, Selasa (20/7/21), disaksikan langsung oleh Kepala Disihub Cilegon Uteng Dedi Apendi, beserta staf. Mengingat dalam masa pendimi  covid-19, pembagian daging kurban oleh staf Dishub dibagikan ke rumah-rumah warga. 

“Untuk hewan kurban kali ini, kita sembelih ada 3 ekor sapi. Setelah dibagi manjadi 450 paket daging. Selanjutnya kita bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama fakir, miskin, anak yatim dan piatu,” Kata Kadishub Cilegon, Uteng Dedi, disela proses penyembelihan hewan kurban.

Uteng Dedi menjelaskan, bahwa riwayat penyembelihan hewan kurban adalah berawal dari kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi ismail. Umat muslim selalu merayakan Idul Adha setiap tanggal 10 Zulhijjah dalam kalender Islam. Waktu tersebut juga biasa dikenal dengan sebutan Idul Kurban. 

Adanya anjuran untuk berkurban bersumber dari kisah Nabi Ibrahim as bernama putranya yang bernama Ismail. Nabi Ibrahim as semula sangat mendambakan seorang anak. Ketika usia Sarah (Istri nabi Ibrahim) semakin menua dan tampak sulit mengandung, ia meminta agar Nabi Ibrahim as menikahi budak mereka yang bernama Siti Hajar. Sarah berharap bahwa Nabi Ibrahim akan mendapatkan anak bersama Siti Hajar. Kemudian, Siti Hajar pun hamil.

Anak Siti Hajar dan Nabi Ibrahim itu diberi nama Ismail. Suatu ketika saat Ismail sudah tumbuh besar, Nabi Ibrahim as bermimpi bahwa ia menyembelih anaknya. Semula, Nabi Ibrahim ragu bahwa mimpi tersebut adalah wahyu. Namun, setelah Nabi Ibrahim as merenungkannya maka beliau menyimpulkan bahwa Allah SWT memintanya untuk menyembelih Ismail. Nabi Ibrahim as pun menyampaikannya kepada Ismail. Di dalam Alquran Surat As Shaffat ayat 102 Ismail pun menyambut perintah itu dengan ikhlas.

"Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintah¬kan kepadamu”. Ketika Nabi Ibrahim mulai menyembelih Ismail, Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor kambing. Demikianlah kisah singkat Nabi Ibrahim bersama putranya tentang anjuran berkurban dari Allah SWT.